
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi finansial, tantangan baru muncul dalam bentuk skema penipuan yang semakin canggih. Investasi bodong, atau investasi ilegal, kini tidak lagi hanya menyasar masyarakat di pedesaan, tetapi juga merambah ke kaum urban yang memiliki akses teknologi tinggi. Kemudahan penyebaran informasi melalui media sosial dan aplikasi pesan instan menjadi pedang bermata dua; di satu sisi mempermudah edukasi, namun di sisi lain menjadi sarana efektif bagi para penipu untuk menjaring korban secara masal. Keinginan untuk mencapai kebebasan finansial secara instan sering kali membuat logika seseorang menjadi tumpul. Para pelaku penipuan sangat paham akan psikologi manusia, terutama sifat serakah (greed) dan rasa takut tertinggal (FOMO - Fear of…
Read More








